Di dalam dunia pesantren di Indonesia, ada satu kitab monumental yang banyak dihapal dan dikaji. Kitab itu adalah kitab yang kemudian dikenal sebagai “Alfiyah Ibnu Malik” di dunia, atau Kitab Kuning Alfiyah Ibnu Malik di Indonesia. Kitab yang ditulis oleh Ibnu Malik ini membahas soal kaidah ilmu Nahwu (sintaksis) serta Sharaf (morfologi).

Terdapat beberapa poin yang patut disorot di dalam Kitab Kuning Alfiyah Ibnu Malik, yaitu:

  1. Pada bagian mukadimah atau pendahuluan.

Penggunaan lafal fiil madhi, yaitu fiil (kata kerja) yang sudah dilakukan di masa madhi (masa yang sudah terjadi). Sementara itu, para msuanif kitab-kitab lain cenderung menggunakan lafal fiil mudhari’ yang fiil-nya dilakukan pada masa yang sedang terjadi, atau masa istiqbal (masa yang akan dilakukan). Hal ini menunjukkan tingginya kecerdasan Ibnu Malik. Karena pada masa Ibnu Malik menyusun kitab ini, 100 bait (nazam) yang ada di dalamnya telah tersimpan di dalam ingatannya. read more